Selasa, 23 Maret 2010

Sekat Asa


-->


Aku tenggelam dalam samudera perih yang dingin.
Geram Menggulung menusuk.
Ku hitung lagi tambalan hati disini.
Ku raba, tak ku gapai.
Simpulannya.
BANYAK !!!

Sukmaku digenang air keruh.
Hati terbungkus sekat.
Mataku hitam melihat titik balik matahari.
Diperaduan, jiwaku menangis.
Mengapa tak mau pergi jua ia.
Setia kah alasan ?
Awan  hitam hanya menjawab nya dengan jarum-jarum bening.
Dan daun-daun memilih gugur
Mendengar cerita kelam di pohon peliharaan
Mungkin bosan.
Mungkin lelah.
Atau menyuruh naluri berpindah dari dudukannya yang tak nyaman.
Entah....
Kekosongan hanya menggelepar pasrah.
Seluruh jasad & batin tunduk tiada akal.

_Rafiqah Ulfah Masbah_

Kamis, 18 Maret 2010

Warna



Duniaku berubah sejak kehadirannya….
Lilin hatiku terkapar menjadi lampu yang begitu terang…
Jiwaku luluh bersujud-sembah dihadapan cinta,
Yang membuatku tak berdaya dan mati rasa.
Seperti halnya daun yang hidup hanya melekat pada tangkainya.,
Dan itulah sumber kehidupannya.
Menjadikan yang kering itu basah
Membuat yang kabur itu menjadi terang
Membuat yang sedih itu menjadi tertawa.
Lautan yang maha dahsyat dapat menenggelamkan semua larut dipusarannya.
Seperi ku menyadari…..
Aku…
Telah jatuh Cinta……

_Rafiqah Ulfah Masbah_

Dalam hening malam ini


Sang Agung serasa tak lagi mengindahkan Bulan
Dan awan Hitam yang di buatnya
Pun telah menjadikan keindahannya tertutup,
Aku…..
Disini….
Seperti apa yang disebut Sepi
Aku merasakan pahitnya Kasih ini
Aku menangis
Tapi kali ini tanpa air mata
Entah…
Apakah Hatiku telah mati
Atau karena aku terlalu lelah menangisi diri sendiri
Sesuatu yang orang sebut
Emas Wanita
Dan Aku …..
Mungkin bisa dikatakan telah menghilangkan separuhnya
Seperti ku katakan
Tak seperti dahulu
Sang Bunga, kini tak lagi berharga
 Harumnya tak lagi dapat tercium
Warnanya tak lagi dapat menarik perhatian kumbang untuk hinggap
Semua….Semua akibat pekerjaan tangan manusia
Lalu,,, Masihkah ada yang menganggapnya berharga?
Atau…..
Tinggal menunggu sampai ia Layu ???

Rabu, 17 Maret 2010

Menanti




Diamku menyelubungi desir pasir di padang ini.

Waktuku menerobos segala lorong kehidupan yang berakar misteri.

Mataku menerawang hingga puncak akhirat.

Disana ditempat duduk kesepian aku ditemani takdir.

Menanti cinta menemani…

_Rafiqah Ulfah Masbah_