Kamis, 29 April 2010

Untuk Seseorang...



Seandainya KeBencian itu  diperbolehkan-Nya,
Tidak mengapa kau membenciku
Tak kupersalahkan. Aku pantas.
Hanya tak ingin ku kau menanggung dosa atasnya.
Cukuplah aku.

Seandainya caci maki itu tidak menimbulkan murka-Nya
Kau sangat berhak meluncurkan kata yang paling kotor untukku.
Aku ikhlas. Aku pantas.
Aku memang telah menjadi sampah, tak heran kau pun kini telah mencerca.
Tapi Andai itu tidak harus merusak kesucian namamu dihadapan-Nya.

Jika keburukanku telah menggoreskan penyakit di hatimu,,,
Tidaklah pantas,
Karena hatimu terlampau mulia, untuk menyisakan bekas-bekas nama orang yang berlabel munafik ini disana.
Jika membenciku membuatmu senang,, tak ada yang dapat kukatakan,
Hanya bahwa Allah belum tentu senang atas itu.
Dan aku, tidak ingin cukup merusak citramu sebagai seorang yang masih sangat kuhormati, hingga detik ini.

Kusadari kesalahanku telah lengkap mengisi 99 cacatan malaikat-malaikat itu,
Yang per satuannya terbentang dari barat ke timur.
Dan mungkin itulah yang menghinakanku & membuatku tak pantas bahkan untuk kau kenal.

Lantas bukan berarti aku tak mau menjadi lebih baik.
Waktu ku menggapai itu mungkin telah merendahkanku terus menerus.
Tapi semoga pada saat aku menggapainya, bukan saat aku telah terlambat.
Aku tak pernah berhenti berharap.
Dan untuk seseorang yang membaca tulisan tak berharga ini...
Aku berterima kasih....
Aku tak pernah menyalahkanmu & bagaimanapun itu, takkan mengurangi sedikitpun penghargaanku atasmu, sekalipun namaku kini telah berada dideretan kiri hatimu.
Kau tetap akan menjadi saudaraku yang kucintai, meski aku tiada lagi punya arti.

Selebihnya aku bersyukur untuk waktu-waktu dimana kita bersama,
Dalam seperangkat keadaan yang terbatas & sederhana.
Itu membuatku bahagia, &sempat merasa sangat berharga.
Terima kasih untuk semuanya... (-_-)


Tertanda

Wanita yang amat hina