Rabu, 30 April 2014

Cari Seseorang!



Dalam sekali-kalinya hidup di dunia ini, agaknya akan begitu berbeda saat kau tak memiliki seseorang yang sungguh-sungguh kau percaya di sisimu.

Seseorang yang betah duduk berjam-jam bersamamu membahas hal-hal ngawur, lalu tertawa kencang-kencang seenaknya. Tak peduli pendapat orang-orang di sekeliling. Apa kau terlihat tak tahu diri, gila, aneh, sinting.

Seseorang yang mau mendengarkan ceritamu yang itu-itu saja, soal si itu-itu lagi, soal yang begitu-begitu lagi. Berapa kali pun kau ceritakan, berapa kali pun kau ulang, tanpa pernah memalingkan mukanya dan berkata, “sudahlah!”

Seseorang yang saat kau ingin menangis, tidak menyuruh berhenti. Saseorang yang mau tertawa saat kau melucu. Seseorang yang menatap matamu saat saat kau berada di hadapannya.

Seseorang, yang bisa membersamaimu memburu film-film keren di bioskop, berjingkrak-jingkrak di tempat karaoke, mencoba-coba tempat fitness, melihat bintang di pantai, mendaki gunung, memotret senja, selfie, menghabiskan uang, begadang hingga subuh, mendengarkan lagu-lagu pilu, menertawakan hidup, menertawakan orang-orang. Atau yang sekadar mau mendengarkan keluhan tentang jerawat di pipimu, bentuk tubuhmu yang kurusan dan gemukan, potongan rambutmu yang menyebalkan, aroma pete kesukaanmu yang mengganggu, Apa saja.

Seseorang, yang meskipun kadang tak bisa jadi kaki untukmu berdiri saat kau patah, tapi tak pernah membiarkan tangannya melepaskanmu sendirian.

Seseorang, yang mau menemanimu menampung rahasia-rahasiamu, rahasia-rahasia orang lain. Seseorang, yang pada saat kau tak ingin bertemu satu manusia pun di bumi ini, kau masih berpikir untuk meneleponnya, untuk menemuinya, melewati kejengahan-kejengahanmu yang bebal.

Seseorang, yang bisa menggantikanmu tersenyum, saat otot-otot wajahmu terlalu payah.

Seseorang, yang tidak memerlukan hal-hal megah untuk membuatmu aman dan nyaman.

Jika kau masih cukup muda, carilah seseorang yang mau bersamamu tanpa sebab dan syarat yang muluk-muluk.

Kau tahu, saya beruntung sekali. Di samping saya, pernah, masih, dan selalu ada perempuan ini …


... Saya sayang Mimi ...

Selasa, 29 April 2014

Hanya Mendadak Teringat Lagu Ini; Suzy - So Many Tears

"...because tears overflow, my fear for love overflows
i don't recognize you altough u're right in front of me
if you really love me, run to me and hold me tight
i can't see because i have many tears…"

Duh!

Sabtu, 12 April 2014

salah silih


http://kikrezhatakeananda.files.wordpress.com

Seseorang mungkin melakukan kesalahan dengan meninggalkanmu pergi. Tapi kau diam membiarkannya berlalu, itu kesalahanmu yang pertama. Kau menyadarinya dan tetap tak kembali datang, itu kesalahanmu yang ke dua. Lalu tiba waktunya kau datang dan ia tak menyambutmu lebih-lebih meminta maaf, itu bukan kesalahannya. Itu salahmu, maka meminta maaflah, bahkan meski tak mungkin meminta dirinya pulang lagi, bahkan meski kedatanganmu ternyata jadi kesalahan yang ke tiga. Tidak masalah. Setiap cinta yang tidak diperjuangkan, mungkin hanya satu kesalahan, tapi ia tak pernah jadi sesuatu yang kecil.

Kau tahu, kadang-kadang seseorang melakukan satu kesalahan, kemudian kita membuat salah padanya dengan lebih banyak. Kita jadi tidak mengerti kenapa kata maaf dibuat, dan dimana seharusnya diletakkan. Karena di mata kita, orang lainlah yang selalu bersalah, dan kita yang terluka.

Senin, 07 April 2014

Sini Kuberitahu!

Kita kira bagian tersulit dari cinta yang berakhir adalah dukanya, padahal bukan. Yang paling rumit setelah usainya suatu jalinan cinta adalah kembali berperilaku ‘biasa-biasa saja’.


Kenapa kau pilih menghindari seseorang yang pernah begitu kaucintai? Karena kau kini membencinya? Karena melihatnya membuatmu sedih? Sini kuberitahu, kau itu hanya masih ketakutan. 

Kau takut jika bertemu harus melemparinya senyum. Kau takut sesaat lepas tersenyum, kenangan-kenangan indahmu malah pulang mengepung. Kau takut begitu ia menyapa 'hei', malah ucapan 'aku rindu' yang tak sengaja keluar dari mulutmu. Kau takut begitu ia ulurkan tangan bersalaman, kau justru langsung memeluknya.

Meski begitu kau juga takut jika kau buang muka, malah hatimu yang jatuh terlempar, pecah. Dan ia mungkin cuma tertawa diam-diam.