Selasa, 21 Juli 2015

Suatu Malam Di Selipan Percakapan Pendek Kita

pict from here

Ada cerita yang terus berjalan dalam sebuah puisi yang bagus.
Bagiku begitu.
Bahkah ketika aku merasa telah rampung menerjamahkan dan memaknainya, tetap saja dalam kondisi tertentu, sering kembali kutemukan kehidupan yang lain tiba-tiba bergerak dari sana. Beberapa puisi punya banyak jiwa yang bisa membuatku menangis satu waktu, dan tahu-tahu tersipu, marah, atau tertawa di kesempatan lain.
Kau bertanya mengapa aku menyukai puisi malam itu. Meski seperti kau tahu, tidak banyak waktu kita duduk berpanjang lebar untuk bercerita, seperti halnya tak banyak waktu untuk membaca lebih panjang, belum lagi memikirkannya.
Membaca puisi membuatku merenung, berpikir, dan berimajanasi lebih intens. Puisi memberiku ruang itu, ruang bercakap-cakap yang luas dan dalam dengan diri sendiri.

4 komentar:

  1. Halo, temannya Rani Malewa.

    Ajari saya berpuisi, dong.

    BalasHapus
    Balasan
    1. duh,bisa ngajarkan apalah saya ini, kak. sama2 belajar saja,ya. ^-^

      Hapus
  2. Pendek tapi ngena.
    Halo nona. Salam kenal dari saya :)

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Say something!